Selasa, 02 Juni 2020

Kiriman Misterius Semen Satu Truk di Dekat Pohon Tua, Makam Kemangi

Nama Kendal diambil dari nama satu pohon, yakni Pohon Kendal. Pohon yang berdaun rimbun itu sudah diketahui sejak waktu Kerajaan Demak di tahun 1500 - 1546 Masehi, yaitu di saat Pemerintahan Sultan Trenggono.

Menurut narasi, Sunan Katong sempat terpana lihat keelokan dan kerindangan pohon kendal yang tumbuh di lingkungan sekitar.

Sekaligus nikmati pemandangan pohon Kendal yang nampak 'sari' itu, beliau mengatakan bila di daerah itu nanti akan disebut "Kendalsari".

Pohon besar yang oleh warga disebutkan berada di pinggir Jalan Pemuda Kendal itu juga dikenal dengan nama Kendal Growong, karena batangnya berlubang, atau growong.

Bukan hanya petilasan yang bersejarah itu, Kendal memiliki peninggalan lain yang memiliki narasi kisah menarik, yakni petilasan Makam Kemangi di wilayah Weleri, Kendal.

Juru kunci Makam Kemangi, Kiai Saturi, waktu dijumpai menceritakan, kenyataannya dalam tempat yang sekarang ini jadi kuburan, dulu memiliki nilai kisah yang berkaitan dengan gempuran Sultan Agung, raja Mataram Islam ke Batavia.

"Dahulu, tempat itu untuk berkumpulnya beberapa tokoh, mereka rapat untuk mengatur strategi gempuran ke Batavia," papar Kiai Saturi.

Juru kunci makam kemangi, Kiai Saturi.

Lalu, Saturi menceritakan narasi sedetailnya. Waktu Sultan Agung putuskan perang pada Belanda di Batavia, semua adipati, tumenggung, dan beberapa pembesar kerajaan dipanggil pada sebuah tatap muka agung di Kerajaan Mataram yang di memimpin langsung oleh Sultan.

Setelah melalui perapatan, serta saran-saran dari beberapa adipati, atau beberapa pembesar kerajaan, karenanya ketentuan selanjutnya Mataram menjelaskan perang pada Belanda di Batavia.

"Pimpinan perang diputuskan, dan diputuskan panglima perangnya, yaitu Tumenggung Bahurekso, Adipati Kendal, dan Gubernur Pesisir Laut Jawa," tuturnya.

Bahurekso putuskan bila tempat tatap muka, atau paseban persiapan perang tidak ditangani di pendopo kabupaten, tetapi pada tempat yang dekat dengan pantai.

Oleh beberapa peserta tatap muka selanjutnya disepakati bila tempat pertemuannya harus dirahasiakan. Tempat yang diambil, kenyataannya ditengahnya rimba, atau persawahan. Tepatnya di bawah pohon yang teduh. Pohon itu sekarang ini diketahui diketahui dengan nama pohon kemangi.

Pohon itu ada di tengahnya persawahan dan penyemayaman (waktu ini), masuk wilayah Desa Jungsemi Kecamatan Kangkung. Dan, tempat itu setelah itu buat jadi satu penyemayaman yang masih tetap terkenal keramat.

Kejadian aneh banyak berjalan di petilasan kemuning ini. Seperti cerita seorang warga desa lain. Dia ingin ketahui dan akan memperlihatkan, jika Makam Kemangi itu wingit. Dengan istrinya, mereka mencari Makam Kemangi itu. Meskipun belum mengetahui tempatnya.

Dia tidak menyerah bertanya ke sana kesini. Sebagian orang yang dikasih pertanyaan menjawab dengan kaget. Mereka juga tidak berani menunjuk memakai tangan, hanya menjawab dengan perkataan.

Dia, lalu turuti jalan yang dipertunjukkan baru saja. Kira-kira 100 mtr., dia sampai di jalan tujuan di makam, di belakangnya ada anak kecil 3 orang yang bermain di pinggir sawah. Tiga bocah itu lalu mendekati dan bertanya pada si dia. "Bapak dan Ibu akan pergi di kuburan kemangi?" Dia, lalu menjawab, "Ya".

Tiga Bocah itu baru saja lalu mengantarkan mereka di Kuburan Kemangi. Waktu sampai di makam, dia lihat ke belakang akan mengucapkan terima kasih. Dia lalu kaget dan merinding. Bocah tiga baru saja musnah dengan cepat.

Menurut cerita tutur, banyak kejadian wingit di Makam Kemangi. "Banyak anak kecil hilang, dan ditemukan oleh keluarganya ada ditengahnya sawah yang tidak jauh dari Kuburan Kemangi. Bocah-bocah yang hilang baru saja bercerita, sedang berada di kota yang bangunannya indah sekali," kata Saturi.

Sempat ada kejadian, tiba-tiba ada kiriman semen untuk bikin masjid yang jumlahnya satu truk tronton penuh. Setelah diterima dan dilihat pengirimnya, kenyataannya pengirimnya baru saja orang yang sempat hilang di sekitar Kuburan Kemangi dan sudah dilihat mati.

9 Hari Tersesat di Hutan Amazon, Tangan Pria Ini Jadi Target Binatang Aneh

Acuna mengakui musuh pokoknya di rimba adalah gigitan hewan serangga. Waktu dia menunjukkan tangannya, beberapa penolong terkejut. ...