Selasa, 02 Juni 2020

Cerita Pak Haji di Santet, 5 Paku 12cm Dalam Lutut

Biasanya jika seorang diserang guna-guna, karenanya tentu berusaha bagaimana bisa lepas dari guna-guna atau guna-guna yang diantar, jadi bentuk balas sakit hati atau kecemburuan atas keberhasilan seseorang.

Sebutlah saja Pak Haji asal Kecamatan Kandat Kabupaten Kediri Kediri Jawa Timur, yang saat ini telah almarhum. Beliau bukan hanya seorang petani yang sukses, dia adalah orang yang istikamah mengaji Alquran setiap hari.

Kesuksesannya jadi petani tebu membuat sebagian orang iri kepadanya, walaupun apakah yang dia lakukan sebenarnya adalah hal wajar. Sebab jika disaksikan dia semakin banyak mengajinya dibanding selama seharian mengendalikan tanaman tebunya.

Pak Haji yang alumnus pesantren Lirboyo Kediri dan juga sekaligus murid KH Mazuqi Dahlan dan KH Mahrus Ali. Lirboyo ini satu waktu sempat mendapatkan kiriman teluh yakni berupa paku panjang. Benda ini ke arah Pak Haji waktu salat malam. Walaupun dengan pengetahuan dia bisa menampiknya tapi dia diamkan paku itu masuk dalam badannya, tepatnya mengenai lutut kanan.

Waktu itu teluh paku itu masuk kaki kanannya tepatnya di lututnya sampai menyebabkan tidak bisa berjalan. Kakinya lebam dan membiru, merdeka.com yang waktu itu lihat seakan tidak percaya mengapa Pak Haji ini diamkan teluh masuk dalam badannya, walaupun sebetulnya dia bisa menampiknya.

"Biarkanlah saja, biarkanlah orang yang nyantet senang, bila senang dia akan merasai sukses. Tapi dia lupa bila saya mempunyai Allah SWT yang Maha Segalannya," papar Pak Haji yang membuat merdeka.com kagum dengan ketegasannya.

Hari untuk hari lutut itu semakin membesar dan biru, Pak Haji tidak berusaha melawannya. Rasakan sakit tidak ia alami, dia hanya ingin sang penyantet senang. satu minggu berlalu, Pak Haji pada keadaan sakit sebab teluh masih bisa berjalan dengan dipapah, berjalan dengan tertatih-tatih untuk mengambil air wudu. Dia masih bisa menjalan salat lima waktu dengan duduk serta mengaji Alquran tanpa putus.

Karena banyaknya keluarga yang tidak tega melihat kejadian itu, selanjutnya dia mengumpulkan semua keluargannya tentang derita yang dia alami. Pak Haji memerintah mengambil bak mandi yang di simpan di bawah tempat dia duduk setiap hari selama memperoleh ujian.

Dengan doa spesial dan diimbangi teriakan panjang, kedua tangan Pak Haji memegang pahanya dan mengurut sampai ke bawah, dengan ajaib tiba-tiba paku panjang ukuran 12 cm keluar dari lutut. Tidak cuma hanya satu, tapi jumlahnya 5.

Dengan disaksikan keluarga besarnya setelah paku-paku itu keluar dari tubuh Pak Haji, pengucapan Subhanallah berkumandang di semua ruangan. Mereka seakan tidak percaya yang berjalan, dan pikirkannya tidak bisa.

"Abah ihlas, yang berjalan, orang jahat ini sudah suka, tapi dia lupa bila abah tidak mati karena guna-guna ini. Silakan kita doakan semoga sang penyantet sesegera sadar dan bertaubat pada Allah," pesan sang Pak Haji pada keluargannya.

9 Hari Tersesat di Hutan Amazon, Tangan Pria Ini Jadi Target Binatang Aneh

Acuna mengakui musuh pokoknya di rimba adalah gigitan hewan serangga. Waktu dia menunjukkan tangannya, beberapa penolong terkejut. ...