Biasanya jika seorang diserang guna-guna, karenanya tentu
berusaha bagaimana bisa lepas dari guna-guna atau guna-guna yang diantar, jadi
bentuk balas sakit hati atau kecemburuan atas keberhasilan seseorang.
Sebutlah saja Pak Haji asal Kecamatan Kandat Kabupaten
Kediri Kediri Jawa Timur, yang saat ini telah almarhum. Beliau bukan hanya
seorang petani yang sukses, dia adalah orang yang istikamah mengaji Alquran
setiap hari.
Kesuksesannya jadi petani tebu membuat sebagian orang iri
kepadanya, walaupun apakah yang dia lakukan sebenarnya adalah hal wajar. Sebab
jika disaksikan dia semakin banyak mengajinya dibanding selama seharian
mengendalikan tanaman tebunya.
Pak Haji yang alumnus pesantren Lirboyo Kediri dan juga
sekaligus murid KH Mazuqi Dahlan dan KH Mahrus Ali. Lirboyo ini satu waktu
sempat mendapatkan kiriman teluh yakni berupa paku panjang. Benda ini ke arah
Pak Haji waktu salat malam. Walaupun dengan pengetahuan dia bisa menampiknya
tapi dia diamkan paku itu masuk dalam badannya, tepatnya mengenai lutut kanan.
Waktu itu teluh paku itu masuk kaki kanannya tepatnya di
lututnya sampai menyebabkan tidak bisa berjalan. Kakinya lebam dan membiru,
merdeka.com yang waktu itu lihat seakan tidak percaya mengapa Pak Haji ini
diamkan teluh masuk dalam badannya, walaupun sebetulnya dia bisa menampiknya.
"Biarkanlah saja, biarkanlah orang yang nyantet senang,
bila senang dia akan merasai sukses. Tapi dia lupa bila saya mempunyai Allah
SWT yang Maha Segalannya," papar Pak Haji yang membuat merdeka.com kagum
dengan ketegasannya.
Hari untuk hari lutut itu semakin membesar dan biru, Pak
Haji tidak berusaha melawannya. Rasakan sakit tidak ia alami, dia hanya ingin
sang penyantet senang. satu minggu berlalu, Pak Haji pada keadaan sakit sebab
teluh masih bisa berjalan dengan dipapah, berjalan dengan tertatih-tatih untuk
mengambil air wudu. Dia masih bisa menjalan salat lima waktu dengan duduk serta
mengaji Alquran tanpa putus.
Karena banyaknya keluarga yang tidak tega melihat kejadian
itu, selanjutnya dia mengumpulkan semua keluargannya tentang derita yang dia
alami. Pak Haji memerintah mengambil bak mandi yang di simpan di bawah tempat
dia duduk setiap hari selama memperoleh ujian.
Dengan doa spesial dan diimbangi teriakan panjang, kedua
tangan Pak Haji memegang pahanya dan mengurut sampai ke bawah, dengan ajaib
tiba-tiba paku panjang ukuran 12 cm keluar dari lutut. Tidak cuma hanya satu,
tapi jumlahnya 5.
Dengan disaksikan keluarga besarnya setelah paku-paku itu
keluar dari tubuh Pak Haji, pengucapan Subhanallah berkumandang di semua
ruangan. Mereka seakan tidak percaya yang berjalan, dan pikirkannya tidak bisa.
"Abah ihlas, yang berjalan, orang jahat ini sudah suka,
tapi dia lupa bila abah tidak mati karena guna-guna ini. Silakan kita doakan
semoga sang penyantet sesegera sadar dan bertaubat pada Allah," pesan sang
Pak Haji pada keluargannya.
